Mengkultuskan Seorang Tokoh

30 Oct 2010

Ajaran Sesat
Ketika kemaren sore saya melihat sososk Zainudin MZ di sebuah stasiun Televisi swasta, tiba-tiba saya ingin menuliskan sesuatu yang ada di benak saya melalui postingan ini. Meski beberapa waktu lalu beberapa tokoh agama sering tersandung masalah (terutama skandal tentang hubunggannya dengan perempuan) tapi sampai sekarang saya suka mendengarkan ceramah KH. Zainudin MZ dan Aa’ Gym.

Keinget ketika infotainment pada heboh memberitakan tentang seorang cewe cakep yang mengaku telah di dzalimi oleh Pak Da’i Sejuta umat itu. Entah apa motifnya, yang pasti dia tahu betul kultur masyarakat Indonesia yang hobby mengkultuskan Rule Model. Artinya, seseorang yang dianggap baik haruslah baiiikkkk terus. Gak boleh ada salah setitikpun. Semua perkataan dan perbuatannya dipercaya dan di turuti. Namun, sekali dia dianggap berbuat salah (apalagi fatal) pasti langsung disikat habis, dihujat, ngga dipeduliin, di cuekin, di anggap pembohong, pendusta.

Bukan bermaksud memihak siapa-siapa, tapi apapun kesalahan seseorang tetap saja ia seorang yang membawa kebaikan. Simak aja kata-katanya, tetap aja mengandung ajakan berbuat baik, kalimat-kalimat yang baik serta ajaran-ajaran baik. Jadi apa salahnya kita tetap mendengarkan dan menganggap apa yang mereka lakukan adalah semata untuk kebaikan?

“HUH, dasar muna!! Ngomongnya aja sok baik, tapi ngga taunya di belakang berbuat mesum!”

Begitu juga pas kejadian poligami menimpa Aa’ Gym. Masyarakat langsung nggak respek sama beliau. Terutama kaum hawa, semua pada sebel ngelihat penampilannya di TV. Aa’ Gym dianggap sebagai orang yang ngga punya komitmen, nggak tahan godaan dan yang lebih parah lagi, Aa’ Gym dianggap sama saja dengan lelaki hidung belang lainnya yang ternyata doyan juga dengan perempuan cantik.

Lho? sebenernya kita ini mau mengikuti ajarannya atau melihat orangnya sih?

Kalau kita melihat seseorang yang membawa ajaran itu sama saja kita melihat seseorang yang berjalan dengan seiringnya waktu menjadi tua dan nggak menarik lagi. Tapi jika kita berpikir dengan berpijak pada ajaran yang di bawanya, sampai kapanpun kita tetap melihat kebaikan yang bisa kita ambil hikmahnya untuk kehidupan kita sendiri.

Lia Eden

Begini ya teman-teman, kadang kita suka lupa dan tersesat oleh suatu ajaran dan pandangan hanya karena memandang kewibawaan seseorang yang membawakan. Mentang-mentang yang membawakan itu cakep, kelihatannya baik, kelihatannya ringan tangan, kita lalu percaya dengan tokohnya. Jika di kemudian hari si tokoh itu menyuruh kita melakukan ajaran sesat, kita secara nggak sadar membenarkan ajaran itu.

Itulah yang kemudian menyebabkan banyak yang mendorong bermunculan aliran sesat dipelbagai daerah di Indonesia. Penokohan seseorang sangat kuat dalam kultur etnis masyarakat Indonesia.

Apa itu nggak lebih membahayakan?

Ngga ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Yang penting kita tetap mencermati sebuah sikap. Bukan dari fisik individunya. Semoga kita termasuk individu yang masih berpegang teguh pada kebenaran dan tidak termasuk diantara orang-orang yang berpandangan menyesatkan diri sendiri.

Note :
Tergelitik pengin tau aja, dimana ya Lia Eden pesen tongkat dan makhotanya? he…he

At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010


TAGS Tokoh Agama Sex Ajaran sesat Perempuan


-

Author

Follow Me